Beberapa pengamat yakin saat ini Perang Ukraina sedang menjelang babak injury time. Amerika Serikat selaku salah satu pendonor utama Ukraina dalam hal persenjataan dan bantuan kemanusiaan telah menyampaikan proposal perdamaian kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang menurut para pengamat politik beberapa bagiannya menguntungkan Rusia. Donald Trump telah mengultimatum Zelensky agar menerima proposalnya, atau negaranya tidak akan menerima bantuan lagi dari AS.
Mulai Januari 2022 (satu bulan sebelum Perang Ukraina)
hingga pertengahan 2025, Uni Eropa telah memberikan bantuan
senilai 167 miliar euro kepada Ukraina sebagai respons atas operasi militer
Rusia di Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2022. Sementara Amerika Serikat
telah menyalurkan bantuan senilai 1154 miliar euro selama periode yang sama.
Bantuan, baik dari UE dan AS, tidak seluruhnya berupa uang tunai, melainkan
bantuan militer dan keuangan. Menurut data auditor AS, Amerika Serikat telah
mengalokasikan sekitar 175 miliar dolar untuk Ukraina yang sebagian disalurkan
guna membiayai kehadiran para awak militer AS di negara itu.
Nilai aktual dana yang diterima Ukraina dari kedua pihak ini
masih simpang siur, apalagi karena di Ukraina sendiri tengah diguncang kasus
korupsi yang melibatkan inner circle
(orang-orang dalam) Presiden Zelensky. Di saat yang sama, ratusan ribu
pengungsi Ukraina di berbagai negara di Eropa dan Amerika Serikat diisukan akan
dipulangkan ke negara mereka. Sebagian dari mereka dikabarkan mengalami pengurangan
bantuan keuangan dari negara-negara yang menampung mereka, akibat krisis
ekonomi global membuat beban keuangan masing-masing negara penampung bertambah.
Rasa terima kasih tidak pernah usang
Dalam bahasa Rusia, спасибо
(spasibo) berarti “terima kasih”.
Secara etimologis, bentuk modern spasibo
berasal dari kata spasi bog, yang
bermakna “Semoga dewa menyelamatkanmu.” Ini karena kata spasibog terdiri dari kata spasi
yang artinya menyelamatkan, dan bog
adalah kata benda yang bermakna dewa. Sejatinya
spasibog adalah sebuah frasa yang
diambil dari kalimat doa Kepercayaan Asli Slavia yang kemudian digunakan dalam
percakapan sehari-hari.
Dari makna spasibog tersirat
sebuah upaya untuk mengembalikan sesuatu yang diterima seseorang dengan sangat
baik dan bermanfaat. Rasa bahagia yang dirasakan si penerima pemberian tersebut
diungkapkan dalam harapan semoga hal-hal yang baik juga terjadi dalam hidup
atau dialami oleh si pemberi. Seiring dengan dinamika ideologi di Rusia, spasibo pun mengalami perubahan fungsi
dari sebuah doa menjadi frasa kesopanan.
Akan tetapi, pandangan masyarakat Slavia tentang terima
kasih itu sendiri tidak berubah. Seperti banyak kebijaksanaan lokal lain di
seluruh penjuru Bumi, bagi adat Slavia rasa terima kasih tidaklah cukup dengan
hanya kata-kata. Rasa terima kasih perlu ditunjukkan melalui perbuatan,
termasuk rasa terima kasih pada alam dan para leluhur.
Salah satu cara berterima kasih pada leluhur yang masih
dilakukan beberapa kalangan masyarakat Slavia hingga saat ini adalah menuangkan
atau memercikkan sedikit bir atau vodka yang hendak mereka minum, baik di event
pribadi maupun komunal. Saya jadi ingat dulu teman-teman sekampus dari Bali
juga melakukan “upacara” yang persis sama. Karena keunikan filosofi di
baliknya, kebiasaan ini pun segera menular dengan cepat di kalangan teman-teman
non Hindu di circle kami saat
itu.
‘Terima kasih’ tidak pernah sesulit ini
Rencana sejumlah negara penampung pengungsi Ukraina untuk
memulangkan mereka mau tak mau menimbulkan kecemasan, karena mereka belum yakin
keamanan mereka beserta keluarga akan terjamin. Sejak sebelum perang,
pemerintah Ukraina sudah memiliki program tunjangan sosial bagi anak-anak,
warga penyandang disabilitas, atau kurang mampu secara ekonomi, walaupun
sistemnya belum sempurna menurut standar Eropa.
Bayangkan saja bila seluruh dana bantuan kemanusiaan yang
diterima pemerintahan Zelensky digunakan sebagai tunjangan sosial bagi warga
Ukraina. Taraf hidup mereka mungkin akan menjadi lebih baik, bahkan bisa jauh
lebih baik daripada sebelum 2022. Seandainya saja Rusia tidak melakukan operasi
militernya di Ukraina pada 24 Februari 2022, mungkin Ukraina tak akan pernah
menerima bantuan miliaran dolar atau euro dari berbagai pihak.
Bahwa bencana bisa menjadi berkah bukan lagi imajinasi orang-orang
yang tak sanggup menerima kenyataan. Itulah mengapa orang-orang kuno selalu tak
lupa meluangkan waktu dan materi yang dimiliki untuk menyampaikan rasa terima
kasih kepada alam dan leluhur sebagai representasi seluruh situasi penyebab
segala yang kita terima saat ini. Peradaban
modern memilih untuk mengabaikannya, karena mereka tak ingin dianggap ‘hidup di
masa lalu’ yang terlalu banyak aturan dan norma-norma.
Keengganan menyadari proses segala sesuatu membuat kita juga enggan menyadari bahwa uang itu bisa bersifat easy come easy go. Uang yang mudah didapat seringkali mudah pula habisnya. Kemudahan mendapatkannya kadang kala membuat orang lupa untuk melakukan pengaturan saksama, agar apa yang didapat dapat berguna untuk waktu mendatang dan bagi banyak orang, sebagaimana tujuan bantuan tersebut diberikan. (dswas)






