Minggu, 07 Desember 2025

Mengapa Air Kehidupan Berubah Jadi Air Kematian?

Aqua vitae, air kehidupan, diyakini dapat menyembuhkan demam, sakit kepala, mematikan kuman-kuman dalam daging atau sayur-sayuran, mencegah masuk angin, melancarkan pencernaan, mencegah penyakit ginjal dan liver, membuat tidur lebih nyenyak, dan meningkatkan nafsu makan. Selain itu, air kehidupan juga dipercaya dapat meningkatkan daya ingat seseorang sekaligus menumbuhkan keberanian.

Di Abad Pertengahan atau jaman Renaissance, air penyelamat hidup ini diciptakan dari proses penyulingan beberapa jenis bahan seperti beras, gandum, dan, tentu saja, anggur. Anggur? Ya. Di abad 12, minuman beralkohol alias minuman keras bukanlah minuman bagi mereka yang ingin melupakan segala masalah dengan mabuk-mabukan, melainkan sebagai obat untuk berbagai jenis penyakit. Sesuai namanya: air yang membangkitkan kembali gairah hidup dalam tubuh manusia.

Menurut sejarahnya, teknologi awal penciptaan minuman keras berasal dari teknik penyulingan yang ditemukan para kimiawan Yunani dan Persia. Teknologi ini dikembangkan untuk tujuan mengubah logam mentah menjadi logam mulia dan air kehidupan yang membuat manusia hidup abadi. Ketika Arab menaklukkan Alexandria dan Persia, teknologi ini mereka pelajari lalu dikembangkan lebih jauh oleh para ilmuwan Arab untuk memproduksi minuman keras.

Di abad 12 teknologi ini pun kemudian menyebar ke Eropa, tepatnya di Eropa Selatan, di mana dua universitas masing-masing di Salermo (Italia) dan Montpeiller (Prancis) menjadi pusat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan penyulingan minuman beralkohol. Namun, minuman keras yang diproduksi di dua kampus ini ditujukan untuk keperluan medis dan bukan minuman untuk dikonsumsi. Sebagaimana tujuan awal penciptaan alkohol, yaitu sebagai pembasmi kuman (disinfektan).

 

Ilustrasi: koleksi pribadi

Kerusakan lingkungan tanda masalah spiritual

Era baru di beberapa negara Eropa Timur yang dimulai awal 90-an membuka jalan bagi kebangiktan sejumlah agama/kepercayaan asli di wilayah itu. Meski dikenal memiliki sosok pemimpin yang dikenal keras hati dan sering didemo warganya, yaitu Perdana Menteri Viktor Orban, tetapi iklim Hungaria cukup kondusif bagi beberapa aliran kepercayaan asli Hungaria beserta para penghayatnya. Mereka tidak dilarang menyebarkan ajaran kepercayaan mereka, tidak juga harus berkompromi dengan masyarakat yang tidak toleran.  

Sebagaimana sebagian besar aliran kepercayaan asli di berbagai penjuru dunia, para penghayat Kepercayaan Asli Hungaria yakin bahwa alam bukanlah benda mati yang bisa dieksploitasi sekehendak hati. Air, misalnya, merupakan unsur penting dalam sejumlah upacara adat, terutama yang berkaitan dengan penyembuhan. Apabila air tercemar, maka mereka tak bisa lagi memanfaatkan air untuk membantu menstimulasi sel-sel dalam tubuh agar dapat tumbuh dan tubuh sehat kembali.

Menurut perspektif Kepercayaan Asli Hungaria, menjaga keseimbangan energi antara dunia manusia dan alam diwujudkan bukan hanya dengan memberikan sesaji, tetapi juga dalam bentuk memelihara kelestariannya. Hal ini hanya bisa dilakukan jika sebuah komunitas memiliki kesadaran spiritual yang bukan hanya sebatas tata cara beribadah, tetapi lebih kepada kesadaran tentang keterkaitan mereka dengan apa yang ada di sekelilingnya, termasuk air, udara, bumi, pepohonan, dan api.

Melakukan tindakan yang memicu ketidakseimbangan antara dunia manusia dan alam sekitar dianggap sebagai tindakan merugikan diri sendiri, apa pun tujuan yang melatarbelakanginya. Mereka yang melakukannya dianggap tersesat secara spritiual karena tidak menyadari posisinya di tengah alam sekitar. Sehingga tidak berlebihan bila para penghayat Kepercayaan Asli Hungaria menganggap kerusakan lingkungan menandakan ada yang tidak beres dalam spiritualitas individu maupun kelompok yang bersangkutan.

Keselamatan bisa diusahakan

Salah satu kekeliruan terbesar yang sering dilakukan masyarakat religius adalah pandangan memasrahkan keselamatan diri mereka pada nasib, yang didasari asumsi bahwa mereka akan selamat karena sudah berperilaku baik sesuai peraturan dalam agama dan kepercayaan masing-masing. Sikap pasrah pada level tertentu bisa berbahaya, karena dunia dan seisinya tidak berperilaku berdasarkan keinginan para makhluk yang tinggal di dalamnya.

Keselamatan bukanlah hal yang muncul sekonyong-konyong, melainkan suatu hasil dari rentetan tindakan yang sudah dilakukan sebelumnya dengan tujuan mempertahankan keberlanjutan hidup. Memang memelihara kehidupan itu rumit dan berbelit, karena menikmati hidup sepuas-puasnya selalu lebih mudah dan lebih menyenangkan.

Sebagai contoh, minum alkohol sampai K.O selalu lebih mudah daripada memikirkan takaran yang tepat agar alkohol bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Saya tidak bermaksud menceramahi. Namun, sebagai seseorang yang pernah mengalami dua kali kecelakaan sepeda motor dan satu perkelahian di bawah pengaruh alkohol di usia 20-an, saya berharap yang terbaik bagi siapa pun yang sedang menghadapi situasi problematik tersebut. (dswas)



Sejahtera Berkat Komunitas – Begini Caranya

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” terdengar sangat merdu di telinga, karena memang seindah itulah kenyataannya. Sebuah kesebelasan ...