Masalah penyalahgunaan narkoba sering dianggap sepele dan kerap dimanfaatkan sebagai pengalih perhatian publik dari masalah lain yang lebih genting, yang lebih menentukan “hidup mati” seorang tokoh politik (misalnya). Sebuah data menunjukkan nyaris tidak ada negara yang benar-benar bebas dari penyalahgunaan narkoba sejak beberapa dekade silam. Nama-nama negara besar, maju, dan bahkan negara terbahagia pun masuk dalam daftar tersebut.
Sejumlah negara mencoba mengatasi masalah klasik ini dengan
melegalkan salah satu jenis narkoba teringan, yaitu ganja. Harapannya,
keinginan untuk menggunakan narkoba dapat terpenuhi, sehingga para pengguna
narkoba dapat mengerem godaan mencoba zat-zat adiktif lain yang lebih
berbahaya. Akan tetapi, keputusan ini belum dapat menghilangkan sama sekali dorongan
yang dirasakan sebagian kecil orang di luar sana untuk mencari kebahagiaan dalam
narkoba dengan mencoba jenis yang lebih berat daripada ganja.
Kita menertawakan mereka yang tersesat akibat zat terlarang
ini sebagai kaum rapuh terhadap tekanan dan mudah terombang-ambingkan keadaan.
Namun, asal tahu saja, stress sebagai salah satu faktor utama yang
menginspirasi seseorang untuk mencoba narkoba dapat mewujud dalam kehidupan
sehari-hari kita dalam bentuk lain. Kebiasaan makan berlebihan dan
sakit-sakitan adalah beberapa di antaranya.
Bukan tanggung jawab alam sekitar
Walaupun sebagian orang menganggap stress adalah sebuah seni
yang mewarnai hidup ini, para anggota dalam sebuah masyarakat memiliki
kapasitas yang berbeda dalam memitigasi stress. Oleh karena itu, Kepercayaan
Asli Latvia yang disebut Dievturiba memandang stress sebagai dampak
ketidakharmonisan yang terjadi akibat keterputusan antara si penderita dan alam
sekitar berikut para leluhurnya. Alam sekitar tidak pernah berbohong, apa yang
terlihat oleh mata itulah kenyataan. Sedangkan para leluhur adalah sebuah nama
bagi suatu entitas yang memfasilitasi eksistensi manusia itu sendiri hingga
lahir ke dunia.
Tak sedikit yang menganggap, atau bahkan mencari, solusi
permasalahan hidup mereka di dalam berbagai ritual aliran kepercayaan. Mereka
yang memiliki kebiasaan ini tidak menyadari bahwa ketidakharmonisan yang
terjadi dalam hidup mereka bukanlah disebabkan oleh alam sekitar beserta segala
unsur yang terdapat di dalamnya, termasuk para leluhur. Para penghayat
kepercayaan dilarang memasuki tempat sakral apabila mereka sedang dilanda
kesedihan atau duka cita. Apapun penyebab emosi negatif yang mereka rasakan, mereka
harus terlebih dahulu “menyelesaikan” ketidakharmonisan ini sebelum kembali
membangun keterhubungan dengan alam sekitar.
Kepercayaan Asli bukanlah obat penghilang rasa sakit, karena
itu bukanlah tujuan para leluhur yang menciptakannya. Agar keharmonisan
tercipta, manusia sebagai makhluk paling sempurna memiliki kebebasan
seluas-luasnya untuk memberdayakan segala potensi alam bagi kesejahteraannya
hari ini dan masa depan. Logika ini juga berarti bahwa manusia (seharusnya) sama
bebasnya dalam mengembangkan kemampuan untuk mengatasi segala gelombang
kehidupan, termasuk gelombang tsunami sekalipun.
Narkoba sukar dibasmi, tetapi …
Dinamika antara Amerika Serikat dan Venezuela yang terjadi
belakangan ini merupakan respons pemerintahan Donald Trump terhadap masalah
penyalahgunaan narkoba di AS, yang bertengger di peringkat teratas daftar negara
dengan kasus narkoba terbesar di dunia. Berbagai pihak menuding serangan yang
dilakukan AS terhadap kapal-kapal penyelundup narkoba, sanksi terhadap kapal
tanker minyak dari dan ke Venezuela, dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas
Maduro sebagai tindakan berlebihan. Namun, bila Anda pernah menonton video YouTube
tentang para pecandu fentanyl yang berkeliaran di jalanan bak zombie, saya
yakin Anda dapat memaklumi keputusan berlebihan di atas.
Sebagai seseorang yang pernah berkecimpung di dunia hitam
ini, saya dapat mengatakan kepada Anda bahwa narkoba sukar dibasmi. Prinsip
para pebisnis di bidang ini adalah mereka menjual karena ada pembeli. Para
pedagang narkoba adalah orang-orang visioner yang sangat tahu bahwa
sekokoh-kokohnya pondasi religius, spiritual, dan mental suatu bangsa atau
kelompok masyarakat, akan selalu ada anak-anak muda tersesat (atau bahkan orang
dewasa) yang mencoba menemukan jalan pulang melalui narkoba.
Kepercayaan Asli Latvia menutup pintu bagi mereka bukan
karena tidak peduli, melainkan mengedukasi mereka agar mampu “mengemudikan”
diri sendiri untuk selanjutnya menyelesaikan negativitas yang mereka alami. Setelah
berhasil, mereka disarankan untuk mengekspresikan rasa terima kasih atas
“kesuksesan” ini dengan menghaturkan sesajen di tempat-tempat sakral. (dswas)