Rabu, 07 Januari 2026

Perburuan Sumber Energi Tak Terbatas

Stress bukanlah satu-satunya hal yang memotivasi siapa saja untuk mencicipi narkoba. Bagi sebagian kecil pengguna, mereka menggunakan zat terlarang ini untuk meningkatkan stamina dan kekuatan fisik. Logika di balik cara kerja beberapa jenis narkoba adalah meningkatkan kadar dopamin dalam otak secara singkat dan seketika setelah diinjeksikan, sehingga timbul sekonyong-konyong perasaan gembira. Karena merasa gembira, maka tubuh tidak merasakan lelah saat beraktivitas berat, misalnya, berolah raga.

Saya tidak membicarakan tentang seorang atlet yang terlibat kasus doping, melainkan kisah pribadi dari zaman ‘kegelapan’. Beberapa tahun silam saat masih menjadi pengguna aktif narkoba jenis leksotan, saya mengonsumsinya beberapa saat sebelum berenang di siang hari yang panas. Sensasi terbang dalam air yang jernih dan biru membuat tubuh terasa ringan, tidak lelah meski sudah berenang beberapa jam. Seolah-olah terus mendapat suntikan energi tanpa perlu berhenti sejenak untuk keluar dari air.

Setelah berenang, tubuh tidak terasa pegal-pegal. Saya masih merasa cukup bugar untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, juga mengerjakan tugas-tugas harian sebagai penulis dan penerjemah freelance. Ide-ide baru seakan mengalir begitu saja, menghemat waktu yang biasanya saya gunakan untuk membaca, melakukan riset online, dll.

Akan tetapi, leksotan juga biasa dikonsumsi anak-anak punk sebelum mereka pogo di sebuah pentas musik dengan tujuan mencari peluang untuk melampiaskan dendam pada musuh-musuh lama. Saya pun sudah merasakan bagaimana emosi mudah sekali meledak saat berada di bawah pengaruh obat terlarang ini. Sebagai contoh, saya menyeret anak bungsu saya (yang saat itu berumur 8 tahun) keluar dari kamar hanya karena ia tidak mau makan. 


Ilustrasi: koleksi pribadi 

Dari tak terbatas menjadi terbatas  

Walaupun telah merdeka dari Uni Soviet sejak 1991, di Moldova istilah ‘kepercayaan asli’ akan mengarah pada Kepercayaan Asli Slavia (Slavic Native Faith) yang juga eksis di beberapa negara eks Soviet lainnya seperti Ukraina dan Latvia. Kepercayaan asli yang juga disebut Rodnovery ini menganggap segala ketidaknyamanan dalam hidup berasal dari keterputusan antara manusia dan alam, sebuah krisis spiritual dan eksistensial yang disebabkan oleh keputusan si manusia itu sendiri.

Hubungan yang harmonis antara alam seisinya dan manusia berarti memberi alam waktu untuk terus memperbarui diri, agar apa yang terdapat di dalamnya selalu ada dan tak pernah habis walaupun terus digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sistem tata kelola tradisional dalam sudut pandang penghayat Rodnovery adalah mengambil dari alam sesuai yang dibutuhkan, karena alam sekitar diperlakukan bukan sekadar benda mati yang bertanggung jawab atas kelangsungan hidup manusia. Melainkan bagian dari sebuah kesatuan jaringan besar, mitra yang tak berbicara tetapi senantiasa menyediakan segala hal yang kita butuhkan.

Kegagalan menghormati dan memuliakan sang mitra pendiam ini memicu munculnya keinginan yang berlebihan untuk mengonsumsi dan mengambil tanpa henti. Sampai tibalah titik balik ketika alam sekitar tak mampu lagi memberi, lantaran manusia modern yang tak mampu mengendalikan diri dan dorongan untuk memuaskan keinginan. Akibat habisnya sumber daya alam, kebutuhan hidupnya menjadi tidak terpenuhi seperti dulu. Keberlimpahan menjadi kekurangan, lalu timbulah krisis ekonomi.

Sumber energi tak terbatas bukan mitos  

Lalu apakah ini berarti sumber energi yang tak terbatas jumlahnya hanyalah sebuah hoaks? Berkaca dari kisah zaman kegelapan di awal tulisan ini, energi tak terbatas bisa dan sangat mungkin kita datangkan dengan bantuan narkoba, berikut segala konsekuensinya. Bukan keputusan bijak, tentu saja. Stamina manusia ada batasnya, tetapi dengan gaya hidup dan teknik olahraga yang baik kita bisa sedikit memperpanjang jarak antara kondisi saat ini dan batas yang tak bisa kita lampaui dalam hal kebugaran.

Kepercayaan Rodnovery memiliki pandangan yang sama dalam hal kebugaran manusia dan alam sekitarnya. Perhatian dan kasih sayang dibutuhkan oleh segala unsur yang hidup dan bergerak di dunia ini, sehingga terciptalah keharmonisan berkat keterkaitan yang dipelihara melalui berbagai tindakan sebagai simbolisasi pemuliaan. Misalnya, ritual dan sesajen. Keharmonisan inilah yang pada akhirnya mendatangkan rasa bahagia dalam beraktivitas sehari-hari, tanpa ketergantungan pada zat eksternal seperti narkoba.  (dswas)

Sejahtera Berkat Komunitas – Begini Caranya

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” terdengar sangat merdu di telinga, karena memang seindah itulah kenyataannya. Sebuah kesebelasan ...