Rabu, 11 Februari 2026

Bangkitnya Kepercayaan Asli Polandia: Mencari Jalan ‘Pulang’

Rumah, bagi hampir seluruh budaya dan identitas merupakan personifikasi dari sesuatu yang membuat kita merasa tenang, nyaman, dan bahagia. Artinya, interpretasi ‘rumah’ bukan saja sebuah tempat, tetapi bisa juga suatu hal, benda, bahkan seseorang (dalam sudut pandang romantis). Sedihnya, walaupun mayoritas penduduk Bumi sudah memiliki rumah sebagai tempat tinggal, banyak dari mereka yang merasa terasing, kesepian, dan tidak bahagia.

Pencarian akan kebahagiaan, bagi segelintir warga Polandia, sama artinya dengan pencarian identitas. Antara 5000 sampai 10.000 warga Polandia meyakini bahwa idenitas sejati mereka bukanlah apa yang telah ditentukan untuk mereka sejak lahir, khususnya dalam hal spiritual. Mereka adalah para penganut Kepercayaan Asli Slavia (Rodzimowiercy, atau Rodnovery dalam Bahasa Polandia) yang menganggap kembali ke kepercayaan asli adalah cara untuk ‘pulang’, untuk menyelaraskan kembali hubungan antara spiritualitas dan kehidupan nyata yang porak poranda akibat dorongan nafsu sesaat.

Walaupun hanya segelintir dan menjadi kaum minoritas, tetapi pemerintah Polandia telah mengakui keberadaan mereka dan memberikan payung hukum bagi mereka dalam undang-undang. Posisi Rodzimowiercy pun semakin menguat belakangan ini dengan terpilihnya satu-satunya anggota parlemen dengan latar belakang Kepercayaan Asli Slavia, Marcin Józefaciuk, melalui pemilu legislatif 2023. Józefaciuk dikenal sebagai pelari marathon, presenter televisi, dan pendidik yang secara terbuka mengakui bahwa dirinya adalah penganut Rodzimowiercy.


Mata air Częstochowa di Polandia. Sumber: wyborcza.pl


Bukan David vs Goliath

Sebagaimana banyak tempat lain di dunia ini di mana para penganut Aliran Kepercayaan pernah tumbuh dan berkembang di masa lalu, Polandia juga kaya akan mata air dan sumur suci yang jumlah totalnya bisa mencapai ribuan. Para penganut Rodzimowiercy merupakan orang-orang pertama yang ‘menemukan’ berbagai sumber air ini, dan tak berbeda dengan tetangga mereka orang-orang Keltik, mereka memuliakan sumber air dengan meletakkan sesaji.

Berkat sebuah pengetahuan kuno yang dimiliki keduanya, dua kelompok suku ini sama-sama memanfaatkan mata air untuk membantu penyembuhan dari segala jenis penyakit dengan berbagai cara yang disesuaikan kebutuhan. Berendam dalam kolam yang airnya berasal dari sumber air menimbulkan perasaan tenang, dan suasana hati yang baik akan menstimulasi kinerja sel-sel serta organ-organ tubuh yang tersendat, sehingga tubuh pun akan menjadi lebih sehat (Ini pendapat pribadi saya yang rutin berenang di sebuah sumber air selama satu minggu sekali sejak 2013. Dan ngomong-ngomong, kami pernah punya tamu dari Polandia yang mencicipi kesegaran air di situ sekitar tahun 2010).  

Pergeseran dari tradisi Aliran Kepercayaan ke agama resmi menyertakan banyak dinamika, sebuah hal wajar dalam hidup bermasyarakat, termasuk di Polandia. Sebagai contoh, mata air Częstochowa yang terletak tak jauh dari ibu kota Warsawa, diyakini masyarakat setempat berkaitan erat dengan Rodzimowiercy yang kemudian dikelola oleh Gereja Katolik Polandia secara turun temurun. Agar dapat mengakses berbagai sumber air lain yang juga dikelola oleh Gereja Katolik Polandia (Katolik merupakan agama mayoritas Polandia, negara kelahiran salah satu pemimpin tertinggi umat Katolik, Paus Yohanes Paulus II), para penganut Rodzimowiercy bersedia menjadi pemeluk Katolik . Oleh sebagian kecil kalangan di Polandia, mereka dianggap memiliki dua agama sekaligus dan menjalankan ajaran-ajarannya di saat yang sama.

Hasil akhir yang bicara

Di luar segala dinamika yang menyertai situasi para penganut Rodzimowiercy Polandia saat ini, hasil akhirlah yang bicara. Hubungan antar tetangga tidak selalu harmonis, demikian pula hubungan antara kelompok Rodzimowiercy dengan ‘tetangga’ mereka. Walau demikian, penting untuk diperhatikan bahwa kelestarian dan keberlanjutan ribuan mata air di Polandia nyaris tak terpengaruh berbagai gesekan kecil yang terjadi antar keduanya. Kelestarian hutan dan ruang terbuka hijau senantiasa menjadi perhatian dan kepedulian bersama dua komunitas yang sama-sama membutuhkan ‘rumah’ bagi kelangsungan hidup.  

Hasilnya, nyaris seluruh mata air di Polandia tetap mengalirkan air, sehingga dengan sendirinya tetap dikunjungi masyarakat yang mencari kesembuhan dari penyakit yang mereka derita. (dswas) 

Sejahtera Berkat Komunitas – Begini Caranya

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” terdengar sangat merdu di telinga, karena memang seindah itulah kenyataannya. Sebuah kesebelasan ...